Wolo, Pantai Pasir Putih Kebanggaan Miangas

Bayangkan pemandangan ini: gulungan gelombang yang lembut, deru ombak di bibir pantai, dan pasir putih. Ya, deskripsi tersebut ada di Pantai Wolo.

Nama yang diberikan masyarakat Miangas adalah Pantai Wolo. Lokasinya yang dekat dengan bandara membuatmu bisa melihat keindahannya dari udara saat ke Miangas.

Tapi kurang mantap rasanya kalau cuma dilihat dari ketinggian. Hal yang wajib dilakukan adalah main basah-basahan ke pantai cantik ini.

Tim detikcom melakukan ekspedisi bersama Bank BRI ke Pulau Miangas selama seminggu. Begitu tergoda dengan pemandangan dari atas udara, saya akhirnya main ke Pantai Wolo.

Dari pemukiman warga, Pantai Wolo berjarak sekitar 20 menit dengan berjalan kaki. Akses jalannya sudah bagus dan aman, traveler.

Sesampainya di Pantai Wolo, saya langsung lari ke arah laut. Byur! Airnya dingin!

Wolo jadi satu-satunya pantai yang teduh dan landai. Area pasang surutnya sampai ke tengah lautan. Jadi kamu bisa berenang santai sambil snorkeling.

Tipe karang yang ada di Wolo adalah masif. Jadi kebanyakan cukup keras dan tidak berwarna mencolok. Ikan-ikan kecil cukup mudah kamu temui di sini.

Pasir pantai putih yang panjang begitu menggoda untuk dijelajahi. Deburan ombak yang pelan membuat senja di pantai ini makin lengkap.

Matahari yang turun ke peraduan membekas di cakrawala. Oranye dengan sedikit nila menggantung manja di langit Miangas.

Karena wajah cantiknya, Wolo digadang-gadang sebagai wisata primadona di Miangas. Apalagi tren senja dan pantai kini begitu digandrungi.

Jauh sebelum itu, Pantai Wolo sudah menjadi bagian penting bagi masyarakat Miangas. Wolo menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan adat, Festival Manami.

Festival Manami adalah kegiatan menangkap ikan secara tradisional pada bulan Mei. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penduduk Miangas setiap tahunnya.

Dalam periode 3 bulan sebelum Manami, tak ada masyarakat yang boleh datang ke sini. Ini sudah menjadi ketentuan adat sejak dulu.

Cara menangkap ikannya pun berbeda. Masyarakat akan menggunakan janur sebagai perangkap. Nantinya ikan-ikan digiring menggunakan janur sampai ke pantai.

Kamu yang mau ikut Festival Manami bisa datang ke sini pada bulan Mei. Festival ini terbuka untuk umum.

Belum Sempat Nikmati Gaji Rp 66 Juta Sebagai Anggota DPR RI, Mulan Jameela Sudah Dituntut Ganti Rugi Rp 10 Miliar di Hari Kedua Jadi Wakil Rakyat

Mulan Jameela tengah berbahagia.

Senin (1/10/2019) kemarin, Mulan Jameela resmi dilantik menjadi salah satu anggota DPR RI periode 2019-2024.

Menjadi anggota DPR RI, Mulan Jameela pun berhak atas gaji yang cukup fantastis.

Besaran gaji Mulan nantinya, bisa jadi lebih dari Rp 60 juta.

Kompas.com memberitakan, gaji yang diterima oleh para anggota DPR RI termasuk Mulan Jameela adalah sebesar Rp 66.141.813.

Begitu fantastis, besaran gaji dan tunjangan anggota DPR ini mengacu pada Surat Menteri Keuangan No S-520/MK.02/2015.

Namun, sebenarnya gaji pokok dari anggota DPR jumlahnya tak begitu ‘wah’.

Gaji pokok untuk anggota DPR hanya senilai Rp 4,2 juta.

Nominal yang cukup signifikan dalam tunjangan tetap para anggota DPR justru berasal dari tunjangan jabatan, yakni Rp 9,7 juta.

Tapi jumlah itu masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Tunjangan Komunikasi Intensif yang akan diterima Mulan dkk.

Negara menganggarkan Rp 15,5 juta per bulan untuk setiap anggota DPR demi mensuplai Tunjangan Komunikasi Intensif mereka.

Dan dalam satu periode menjabat, para anggota DPR juga punya fasilitas kredit mobil yang diberikan negara.

Besarannya lumayan, mencapa Rp 70 juta per orang per periode.

Ini belum lagi ditambah dengan fasilitas berupa rumah jabatan yang anggaran pemeliharaannya juga ditanggung negara.

Namun, belum juga sempat menikmati indahnya gaji Rp 66 juta per bulan, Mulan Jameela sudah dibikin pusing duluan.

Pasalnya, Mulan harus membayar ganti rugi sebesar Rp 10 miliar kepada Sigit Ibnugroho Sarasprono.

Siapa dia?

Mengutip pemberitaan Wartakotalive, Sigit adalah mantan caleg dari Partai Gerindra yang menuntut 9 mantan rekannya.

Sigit menggugat 9 caleg Partai Gerindra secara perdata terkait Pemilu 2019 lalu.

Sidang perdana gugatan Sigit ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

Selain Mulan Jameela, Sigit menggugat 8 caleg lain yakni Nuraina, Ponjo Prayogo SP, Adnani Taifq, Adam Muhamad, Siti Jamailah, Sugiono, Khaterine A OE, dan dr. Irene.

Selain 9 caleg tadi, Sigit juga menggugat Dewan Pembina Partai Gerindra, Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, dan Komisi Pemilihan Umum.

Sayang, Sigit harus bersabar lantaran sidang gugatan ini akan ditunda selama 3 minggu dan baru akan digelar lagi pada 24 Oktober 2019 mendatang.

Penundaan sidang dilakukan lantaran para tergugat absen dari sidang dan tak menunjukkan batang hidungnya.

Mulan Jameela bahkan disebut-sebut menolak untuk menandatangani surat pangilan sidang atau relaas.

“Terlawan tiga, suratnya sudah sampai tapi yang bersangkutan tidak mau menandatangani.

“Ibu Wulansari atau Mulan Jameela menolak menandatangani relaas,” kata Hakim Ketua Joni.

Gugatan yang dimaksud terdaftar dengan nomor 742/Pdt.Bth/2019/PN JKT.SEL.

Dalam petitumnya, Sigit meminta putusan perkara nomor 520/Pdt.Sus.Parpol/PN JKT.SEL oleh PN Jaksel dinyatakan tidak sah dan tidak berkekutan hukum tetap.

Putusan sidang tersebut yang kemudian membuat Sigit batal melenggang ke Senayan dan digantikan oleh Sugiono.

Terkait dengan kegagalan ini, Sigit Ibnugroho Sarasprono meminta ganti rugi untuk kerugian materiil dan immateriil sebesar Rp 10 miliar kepada Mulan Jameela dan kawan-kawan.

SUMBER